Kamis, 19 Juli 2012

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI


Kali ini gue akan ngebahas tentang kelainan penyakit pada sistem ekskresi. disini gue juga akan ngebahas sebab, akibat, dan cara pencegahannya.


1.    KELAINAN DAN PENYAKIT PADA GINJAL

*      Diabetes Melitus

Diabetes mellitus (Kencing manis) adalah penyakit yang ditandai adanya kadar gula (glukosa) yang tinggi dalam darah. Kadar glukosa yang tinggi dalam darah menyebabkan penderita banyak mengeluarkan urin.
            Adapun keluhan yang dialami oleh penderita diabetes yaitu :

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
Penyebab diabetes mellitus yaitu ketidakmampuan pancreas menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin merupakan hormone yang menurunkan kadar gula dalam darah.
Cara mengatasi diabetes mellitus adalah dengan mengatur kadar gula dalam darah yaitu :
§  Dengan olahraga
§  Diet makan untuk penderita diabetes
§  Suntikan hormone insulin
§  Meminum obat-obatan

*      Diabetes Insipidus


Diabetes Insipidus adalah penyakit yang ditandai dengan pengluaran urin yang berlebihan. Penyebab diabetes insipidus yaitu kekurangan ADH. Kurangnya ADH mengakibatkan :

  • §  Peningkatan pengeluaran urin
  •  Peningkatan dehidrasi pada penderita
  • Rasa haus terus-menerus
  • Tekanan darah rendah
Diabetes insipidus diatasi dengan pemberian ADH sintetis melalui suntikan, dihirup, ataupun tablet.

*      Batu Ginjal


Batu ginjal adalah penyakit karena adanya batu (endapan garam kalsium) di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau di dalam kantung kemih. Adanya batu tersebut menyulitkan keluarnya urin dan menimbulkan  rasa nyeri.

Batu ginjal disebabkan oleh :

  • §  Kurangnya cairan yang masuk ke dalam tubuh
  • §  Kegiatan yang berlebihan disertai dehidrasi
  • §  Konsumsi obat-obatan yang mengandung asam urat.

Pengobatan batu ginjal dapat dilakukan dengan operasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh).


*      Nefritis


Nefritis yaitu kerusakan pada nefron (glomerolus) karena infeksi bakteri. Penyakit ini menyebabkan ginjal tidak dapat bekerja sesuai fungsinya. Akibatnya, urea masuk ke dalam darah dan gejala ini desebut uremia.

Uremia menyebabkan penyerapan air terganggu sehingga terjadi penimbunan air di kaki (kaki membesar) yang disebut edema. Penyakit inilah yang sering disebut gagal ginjal.

Untuk menangani penyakit ini, dokter menganjur untuk melakukan :

  • §  Cuci darah
  • §  Transplantasi ginjal (cangkok ginjal)                                                                         


*      Cuci Darah (dialisis)


Untuk melakukan cuci darah, pasien diletakkan pada suatu alat yang disebut mesin dialisis (dialiser). Selama cuci darah, darah pasien diambil melalui pembuluh nadi (arteri). Setelah darah dicuci, diperoleh darah bersih dan kembali dimasukkan ke dalam tubuh penderita melalui pembuluh vena.
Cuci darah memerlukan waktu lebih kurang enam sampai sepuluh jam. Cuci darah dapat dilakukan sampai ginjal normal kembali, baik secara alami maupun melalui operasi.
Perbedaan antara ginjal alami dengan dialiser ini yaitu ginjal dapat melakukan penyaringan, penyerapan, dan pengeluaran. Sedangkan dialiser hanya dapat melakukan penyaringan.


*      Cangkok Ginjal (transplantasi ginjal)


Cangkok ginjal dilakukan melalui operasi. Ginjal baru biasanya diletakkan di bawah ginjal pasien yang telah rusak.
Akan tetapi, cangkok ginjal kadang-kadang gagal karena ginjal baru ditolak oleh tubuh penderita. Hal ini dapat terjadi karena system kekebalan tubuh penderita menolak ginjal baru yang dianggap sebagai jaringan asing. Akibtanya, tubuh penderita mencoba menghancurkan ginjal yang masuk ke dalam tubuh.
Untuk mengurangi resiko ini, organ ginjal yang dicangkokkan ke penderita berasal dari anggota keluarga atau kerabat terdekat penderita kerusakan ginjal.


2.      KELAINAN DAN PENYAKIT PADA HATI

*      Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang di sebabkan oleh virus. Ada tujuh tipe hepatitis berdasarkan jenis virus yang menginfeksi hati, yaitu hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G. Namun, kita hanya akan membahas hepatitis A, B, dan C.
Gejala-gejala yang terjadi pada penderita hepatitis :
  • Demam tinggi
  • Diare berkepanjangan
  • Otot-otot yang sakit dan nyeri
  • Kehilangan gairah dan berat badan turun drastis
  • Sering mengigau
*      Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh infeksi Hepatitis A Virus (HAV). Hepatitis A dapat menular melalui :

  • §  Makanan
  • §  Air
  • §  Peralatan yang terkontaminasi HAV
Banyak diderita oleh anak-anak. Virus menyebar melalui feses dan air kencing, atau alat makan yang terinfeksi oleh virus tersebut. Dan Efek yang ditimbulkan oleh jenis hepatitis ini memang tidak besar, tapi diharapkan ibu-ibu terus memantau kesehatan anak-anaknya.
Pencegahan hepatitis A yaitu dengan pemberian vaksin ISG (Immune Serum Globulin).

*      Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh infeksi Hepatitis b virus (HBV). Hepatitis B dapat menular melalui darah misalnya :
§  Melalui transfuse darah
§  Penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi virus hepatitis B
§  Saling berganti sikat gigi dengan penderita hepatitis B
Hepatitis B memiliki jangkauan lebih lebar dalam penyebarannya yaitu :
  • Virus ini menyebar melalui darah, sperma, cairan vagina, air mata, dan urin.
  • Tranfusi darah yang telah terkontaminasi virus hepatitis juga bisa menularkan hepatitis B.
  • Penggunaan bersama-sama alat suntik narkoba memungkinkan seseorang tertular hepatitis B.
  • Aktivitas seksual yang tidak sehat juga bisa memicu terjadinya hepatitis jenis ini
  • Ibu yang terinfeksi virus Hepatitis B juga bisa menularkan kepada janinnya.
Hepatitis B dapat dicegah dengan pemberian vaksin HBIG (Hepatitis B Immune Globulin).


*      Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh virus yang belum diketahui secara pasti, namun bukan virus hepatitis A maupun hepatitis B. Gejala-gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan penderita hepatitis A dan B. Namun sudah menjurus kepada penyakit liver kronis.
Jika ini diderita seseorang, salah satu jalan menyembuhkannya adalah dengan transplantasi liver.

Hepatitis C bisa terjadi karena :
  • Bertukar alat saat memakai narkoba
  • Pemakaian alat tato yang tidak higienis
  • Transfusi darah yang sudah tercemar virus hepatitis
  • Transmisi antara ibu ke janin.
  • Kontak seks yang tidak sehat

Pencegahan :
  • Bergaya hidup sehat dan menjaga higienitas alat-alat pribadi.
  • Selalu waspada terutama saat minum di restoran atau ketika berenang di kolam umum.
  • Mengontrol selalu air minum agar minumlah air yang telah direbus
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan, terutama setelah melakukan aktivitas dari toilet
  • Bersihkan WC atau kamar mandi dengan cairan antiseptik

3.      KELAINAN DAN PENYAKIT PADA PARU-PARU

*      KANKER PARU-PARU

Kanker paru-paru adlah kanker yang terjadi pada paru-paru. Sebagian besar kanker paru-paru berkembang sangat lambat dan tanpa gejala. Waktu yang diperlukan dari satu sel menjadi kanker dan dapat didiagnosa yaitu 10 – 40 tahun.
Gejala-gejala orang yang menderita kanker paru-paru yaitu :

  • §  Batuk
  • §  Napas pendek
  • §  Dahak berdarah
  • §  Sakit dada
Delapan puluh persen kanker paru-paru disebabkan oleh rokok tembakau. Rokok tembakau mengandung bahan-bahan kimia karsinogen (penyebab kanker).
Penderita kanker paru-paru dapat diatasi dengan operasi, terapi (Pengobatan) radiasi, dan kemoterapi. Terapi radiasi dilakukan dengan sinar-X. Sedangkan kemoterapi delakukan dengan pemberian obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.
            Pencegahan kanker paru-paru dilakukan dengan menghindari bahan-bahan karsinogen. Hal yang terpenting yaitu hindari merokok karena penyebab utama kanker paru-paru adalah rokok.


*      TBC (tuberculosis)


TBC merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejala pada penderita TBC antara lain :

  • §  Kelelahan
  • §  Kehilangan berat badan
  • §  Berkeringat pada malam hari
Jika infeksi lebih buruk, gejala yang timbul yaitu dada sakit, batuk dengan mengeluarkan dahak atau darah, serta napas pendek.
Penderita TBC dapat diobati dengan pemberian antibiotik oleh dokter. Pengobatan secara teratur selama 6 – 12 bulan dapat mencegah TBC kambuh lagi.
Penyakit TBC merupakan penyakit menular. Oleh karena itu, pencegahan dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita TBC. TBC dapat menular misalnya melalui dahak penderita TBC yang secara tidak langsung terhirup manusia yang sehat.

sekian informasi yang gue sampaikan seputar kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi :)



Catatan : Supaya lebih sopan, silahkan beri komentar anda di bawah :)

1 komentar :